Shocking SMS on Tuesday morning

Selasa, 3 Agustus 2010

08157932xxx : ki, besok pagi kamu ujian lho, cepetan kekampus!

081903768xxx : becandamu gak lucu kalo yang itu!

(balas sms dlm kondisi bangun tidur, capek krn habis perjalanan jauh. ingat2 kalo temanku satu ini tukang ngerjain. mengingat juga kalau hari ini hari selasa, jadi info ini belum tentu kebenarannya)

08157932xxx : Sumpah. aku barusan dikasih tau pak hairil. undanganmu udah di pasca.

081903768xxx : yah, ntar tak ambil ke kampus

(masih setengah nggak percaya dan bersiap tidur lagi)

08122745xxx : Aww, besuk diminta oleh pengujimu untuk maju jam ujiannya menjadi jam 7.30 karena ada acara jam 9 serentak di beberapa bagian.

(Mulai deg-degan, bangun, mandi dan besiap ke kampus untuk klarifikasi)

…………………………………….

Rizki : Mbak tita, apa bener besok saya ujian kompre?

Mbak tita :  iya dek, jam 9 (DUEEEEEEEEER *petir di siang bolong*)

Rizki : Arrrrgggggggghhhhhhhhhh (untuk nggak pingsan)

Begitulah tragedi selasa pagi yang saya alami. alhasil menjalani sidang kompre dengan persiapan minim dan sangat terpaksa.

temanku bilang

wisnu : malah bagus ki, kamu deg-degannya cuma sehari. kalau yang tau seminggu sebelumnya, deg-degannya 1 minggu.

Rizki : O_o bener juga yak.


Rabu, 4 Agustus 2010

Hari ini saya ndak bisa mengingat apa yang saya pelajari selama 2 tahun di sekolah pasca ini, cuma hari ini saya tiba-tiba sangat ahli dalam satu bidang , “ngeles” kayak bajaj.

Maaf pak saya lupa! (–”)

Maaf, nggak tau pak! (–”)

Maaf pak, saya ndak belajar bab itu! (–”)

Maaf pak, saya taunya cuma segitu! (–”)

dan selusin “maaf pak……

Semoga ini menjadi pelajaran bagi semua :P

Orang Baik Makin Sulit Dicari

Judul ini sama dengan sebuah artikel yang saya baca tadi pagi di harian Republika (30/6/2010). Cukup terganggu dengan quote ini, apa benar kalau orang baik itu makin sulit dicari. Dalam artikel itu disebutkan bahwa pengertian orang baik secara harfiah adalah orang yang ramah, santun dan tidak suka menyakiti orang lain.

Namun menjadi orang baik tidak sesederhana itu, orang baik juga harus mau dan mampu terus menerus mengevaluasi dan memperbaiki diri. Orang baik tak akan pernah berhenti meningkatkan dan memperbaiki wawasan, sikap serta perilaku. Orang baik juga akan terus belajar serta enggan mapan pada “zona nyaman”nya masing-masing.  Orang baik suka mengambil prakarsa,  apapun resikonya (Pujo Semedo Hargo Yuwono, Dosen dan antropolog Universitas Gadjah Mada)

Orang baik memiliki karakter merendah,  tidak mau tampil kalau tidak benar-benar perlu. Hal ini menyebabkan  orang  baik  yang  sudah sulit, makin sulit dicari. Pada dasarnya,  setiap manusia dilahirkan adalah sebagai orang baik. Kalau di tempat-tempat umum ada plakat “Terima kasih untuk tidak merokok”, sedangkan Gawtama dalam bukunya menyebutkan“ Terimakasih untuk tidak berdusta”. Saya membayangkan ada plakat

dimana-mana. (^^,)

Berkah Setelah Puasa

3 minggu terakhir ini, saya punya kebiasaan baru. Puasa sunah senin kamis menjadi agenda rutin dan buber keliling jogja jadi kebiasaan buruk baru (hadewwww). Puasa sunah yang saya jalani ini memang ada maksudnya, ya karena saya ingin mendapat berkah, mengingat sebentar lagi saya akan menghadapi dua ujian yang salah satunya menentukan saya lulus cumlaude atau enggak (bukannya menentukan lulus atau enggak, karena kata orang-orang, title dan ijazah itu sudah disiapkan). Bukan berarti saya tidak berusaha, usaha sudah maksimal dengan dukungan rekan-rekan dan orang-orang terkasih (thanks fellas, pal, dude, beib etc). Pak uztad bilang setiap amal perbuatan yang diniati dengan baik, akan ada ganjaran walau sekecil apapun amal itu.

lepas 3 minggu juga, saya merasakan ada beberapa hal baik yang terjadi dalam hidup (ququququ)

  1. Menemukan pola kerja dalam penyusunan tesis saya. Saya adalah orang yang mood-mood’an, dalam artian mengerjakan sesuatu tergantung suasana hati. Kalau lagi enggak mood, beuh boro-boro mau ngerjain, ngeliat aja males >.< . Menemukan pola kerja berarti menemukan switch on niat, yang artinya saya tidak akan berhenti sebelum selesai. salah satu quote yang saya suka Tabah sampai akhir, pantang kerja tak selesai”
  2. Selama penulisan tesis, salah satu momok yang menakutkan adalah proses konsultasi. Materi tesis saya sebenarnya tidak sulit, namun karena saya yang beruntung sekali mendapat dosen pembimbing pertama yang sangat istimewa. Beliau adalah orang yang temperamen, sangat mood-mood’an ketimbang saya^^V. Tidak ada dalam catatan sejarah, konsultasi tanpa ada kata-kata pedas yang menguji ketabahan. Namun! tak disangka 3 minggu terakhir ini, konsultasi berjalan so smooth, senyum ramah selalu menghiasi wajah beliau dan beliau sangat membantu sekali dalam penulisan tesis saya agar cepat selesai (kayaknya gak ada deh dosen yang sampe ngasi materi untuk ditulis dalam tesis mahasiswanya, biasanya suruh cari sendiri^O^)
  3. Saya ada sedikit permasalahan di rumah, bukan dengan siapa-siapa, hanya saja suasana yang membuat saya tidak nyaman. Buat saya pribadi, kenyamanan adalah suatu hal yang penting bila saya tinggal di suatu tempat. Niat saya untuk indekos sudah memuncak saat itu, namun dengan pertimbangan-pertimbangan dari keluarga, okelah saya bertahan. Lagipula saya tinggal menghitung minggu saja untuk berada di jogja (enggak dihitung wisuda yang rencananya ikut di bulan Oktober). So far so good, i enjoy my life.
  4. Saat ini saya sedang belajar untuk bisa mengerti dan menerima bawa setiap orang memiliki karakter yang berbeda, yang kadang kala bisa kita tolerir pada awalnya namun agak mengganggu setelahnya. Saya berusaha untuk mengimbangi, namun saya justru terkesan membalas sikapnya. Namun bukan itu maksud saya, saya hanya ingin merasakan menjadi “dia”. masih belum bisa mengerti, mungkin karena saya bukanlah ‘dia”. Mencintai seseorang berarti mencintai kesemuanya dari orang itu, baik atau buruk, suka atau tidak suka. Semoga puasa ini bisa menuntun saya untuk menemukan jawabnya, amin.
  5. Sebentar lagi Ramadhan tiba, dan mungkin akan menjadi bulan puasa yang terberat sepanjang sejarah hidup saya. mau tau kenapa? RAHASIA

Sekali lagi di Ruang Cafe^^

cafe itu….

“This is the best Cafe where i have ever spent my time”

letaknya agak jauh dari jalan raya, jadi suara kendaraan cuma samar dan tersamar oleh gemericik air kolam, disamping meja yang saya pakai. Tema yang dipakai sepertinya mencoba untuk senatual mungkin menyatu dengan alam. Alunan musik slow yang memanjakan, (beuuuh). mbak–mbak waitress yang cantik ( halah) walau masih kalah sama miss universe, dengan ramahnya menyapa dan menawarkan buku menu.  pencahayaan yang “sengaja” dibuat remang-remang (bukan “remang-remang”) membuat tempat ini enak buat pacaran. hahahahaha..

Kalau dia ada di jogja, pasti akan saya ajak ke sini ^.^ i promise

Susu jahe, menu pertama yang saya pesan. kenapa? karena saat itu sore menjelang malam dan kondisi habis hujan (it sounds great to have this one). Dingin-dingin enaknya minum yang anget kan! Hal terpenting yang saya suka dari Cafe ini adalah suasananya yang tenang (enak buat bikin tesis kali yak^O^, tapi mending buat INETan). O iya, satu lagi yang penting adalah ada wifinya, gak pake pasword, gak rempong^^, (walo awalnya saya rempong juga coz gak mau konek2), dan ada colokan listrik (penting banget ni, buat yg leptopnya udah soak batreynya).

Balik lagi ke soal “suasana tenang” tadi. Ketenangan menurut saya saat ini sudah menjadi barang yang langka, literally ketenangan. Polusi suara, pikiran yang penuh, masalah bertubi-tubi menyebabkan orang kadang kehilangan akal sehat. Tempat-tempat seperti inilah yang menawarkan hiburan atau lebih tepatnya tempat untuk sekedar meruangkan pikiran.

Satu waktu di Ruang Cafe

unforgetable venue

i’ll be back someday

with someone

the place my heart lay

R

homemade fruity pie

Pie isi buah2an buatan rumahan, walau kurang renyah tapi… oke lah!
memakannya mengingatkan aq akan rumah, orang tua dan suasana di sana..
hicks…! Apa definisi makanan enak menurut kamu? apakah yang mahal
selangit, atau yang sulit membuatnya dengan ribuan racikan bumbu, atau
yang di tata dengan apik macam karya seni. tapi menurut saya, makanan
enak selain rasa, juga punya sisi magis (hahaha opo iki!). maksudnya
dengan memakannya bisa memutar memori saya lagi, mengingat suatu
moment entah senang atw duka. Pernah liat “Ramen Girl”,, bagaimana
semangkuk mie ramen yang membuat orang yang memakanya bisa menangis
dan tertawa.

stupendous scaffolding

Gedung Bank Indonesia Solo. keliatan angker sore-sore gini.

.:Menahan Perasaan:.

Menahan perasaan itu tidak mudah. Kita telah berlatih menahan diri,  setahun sekali selama 30 hari, walau mungkin tidak sempurna, menahan lapar, dahaga, amarah. Tapi buat saya menahan perasaan….. !!
Bukan menahan perasaannya yang menjadi masalah, akan tetapi komplikasinya dalam keseharian. Apa yang terjadi? seperti orang pesakitan, bedanya fisiklah yang bebas tapi hati dan pikiran saya yang terbelenggu. Produktifitas menurun, plus berat badan menurun (darn, i’m screwed). Sholat memang memberi ketenangan namun entah kenapa masih tidak cukup, apakah karena saya kurang mendekatkan diri padaMU ya Alloh!!
I have never felt anything like this before.
kesibukan memang pelarian dan sahabat adalah obat untuk melupakan, tapi dalam kesendirian dan kesunyian…. gagal saya menjadi tangguh. Kepala menjadi berat, penuh dengan bayang-bayang semu. Perlukan air mata keluar? is it worth?
I am a man, with the logic above my emotion.
I am a man, with the obstinacy of the plume.
I am a man, with the toughness to survive
but  I am a man who also only an ordinary human.

Dan di antara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. (QS. Al-Baqarah : 16)

“Perasaan cinta yang masih menyelimuti hati, lama-lama akan menghujam kuat dan menjadi karat hati yang amat sulit dibersihkan. Bahkan dokter sekalipun kebanyakan angkat tangan untuk menyembuhkan penyakit kasmaran. Jatuh Cinta akan membuat kita jatuh ke dalam cinta yang tidak berkah, terupurk di dalamnya, terhina karenanya, membuat kita benar-benar jatuh. Membuat kita enggan bangkit dari tempat tidur karena menikmati khayalan indahnya bisa bersama dirinya, membuat kita menangis sia-sia karena merasa kehilangan dia. Menahan perasaan cinta lebih baik daripada mengunkapkannya, mengungkapkan perasaan cinta ibaratnya sebuah pemantik api yang akan membakar api asmara yang sulit dipadamkan” (http://badurfillah.multiply.com).

Astagfirulloh…
wahai zat yang membolak-balikkan hati…
tetapkan hati ini hanya menuju pada Mu.

Saya membayangkan perasaan saya bebas, pikiran yang ringan dan kepak sayap imajinasi yang melayang tinggi ke angkasa. (jadi pengen ke pantai! karena di sana saya bisa nelihat tempat yang luas, horizon langit yang seolah membuat saya berada dalam ruang tanpa batas, pengen ke gunung, karena di sana saya merasa berdiri di atas dunia).

Saya ingin berhenti, tapi tidak sanggup.

Saya ingin menutup hati, tapi itu artinya menyalahi anugrah kodrati.

siram aku dengan air
kubuatkan kolam nirwana
sungkur aku ke dalam pasir
kubuatkan sebuah istana
lempar aku dengan kerikil
kusembahkan sekuntum bunga
beri aku luka di hati kecil

yakin kasihku tiada tertera

Untuk seseorang yang membuat hati saya porak poranda.

^ry^

sajak Kau dan hatiku

˜Kau yang disana

Kau yang tersenyum

Kau yang tersipu

Kau selalu di hatiku˜

˜ry˜

soccer, seru juga!

what a waste of 25 years….

Sore tadi, saya diajak seorang sahabat untuk menyaksikan pertandingan sepakbola antara PSS Sleman dan PSIR Rembang di stadion Maguwo Yogyakarta. Awalnya saya ragu untuk memenuhi permintaan itu, dengan dua alasan utama :
1. Saya tidak terlalu suka sepakbola.
2. Image supporter sepakbola Indonesia yang terlanjur jelek d mata saya.
akan tetapi, atas nama persahabatan (ciee….), saya akhirnya berangkat juga (hahaha, the hardest word to say for me is “NO”).
Sampai di stadion Maguwo, ada rasa ketar ketir melihat supporter yang buanyak!( kebanyakan PSS sih!). Langsung saya pasang status siaga militer dan cek semua piranti lenong yg saya bawa; dompet, Hp, kunci motor, kamera. Setelah yakin semua aman, masuklah saya dengan sahabat saya, beli tiket untuk tribun utama (tertutup pastinya, coz kondisi langit kayak mau hujan). Pas kami taruh pantat, pas pula pertandingan dimulai (sambil makan nasi goreng bu kantin, krn memang belum makan siang, hehehe).
Alhamdulillah…………
pertandingan berjalan aman dan terkendali.( salut buat supporter PSS dan PSIR). Yang membuat saya terkesan adalah ketika supporter PSIR tiba-tiba bergabung dengan supporter PSS yang ternyata menerima mereka dengan baik. Beda sekali dengan apa yang sering saya lihat di berita…. (4 thumbs up!).

(anda lihat sekelompok orang dengan baju orange ditengah-tengah ribuan orang berbaju hijau, itulah mereka)

Saya ingat salah satu yel-yel mereka :
disini sleman, disana rembang
dimana-mana kita saudara

whoa… berdiri semua bulu roma saya…
Apa yang saya sukai dari melihat pertandingan ini, bukan sepakbolanya (menurut saya sih biasa aja!! maaf PSS-PSIR!), tapi euforia supporter yang begitu berkesan. Mungkin mereka tidak saling mengenal satu sama lain, tapi mereka bisa menghimpun kekompakan yang luar biasa hanya karena satu club sepakbola, rasa persaudaraan dan toleransi yang tinggi walau dengan supporter club lawan (saya harap juga berlaku ke semua supporter lawan yang lain). Bisakah hal positif itu kita bawa dalam kehidupan sehari-hari? katakanlah Indonesia adalah satu club sepakbola, maka pemerintah adalah pemain dan kita supporternya. Bisakah kita kompak dan bersatu mendukung negara kita layaknya kita mendukung club sepakbola favourit kita?

Permainan berakhir dengan kemenangan 3-1 untuk PSS Sleman dan DAMAI (the most expensive thing today)

untuk Wisnu, thanks buddy!

˜ry˜

Konyol itu manusiawi…

Sebagai sebuah tulisan awal… saya ucapkan selamat datang and enjoy…

Pernah merasa bertingkah konyol? malu untuk mengingatnya? tak apa…..! semua orang pasti pernah mengalaminya. tapi kenapa harus malu, justru kekonyolan yang pernah kita lakukan adalah warna dalam hidup.  Pernah membayangkan hidup tanpa ada yang bisa buat kita tertawa? ( gak mau mbayangin). Orang mengidentikkan kekonyolan dengan suatu sikap anak-anak, tidak bertanggung jawab, dan tidak berguna.

Kita bisa tertawa dengan kekonyolan yang pernah atau sedang kita lakukan, kita bisa belajar dari kekonyolan itu. Pernah melihat anak-anak bermain bersama, bercanda bersama, dengan beragam tingkah? sebenarnya mereka sedang belajar. Belajar akan arti kebersamaan, toleransi, kerjasama, persistensi dan banyak nilai-nilai positif yang sebenarnya bisa diambil; yang kadang nilai-nilai tersebut dilupakan oleh orang dewasa.

Teman saya pernah bilang, “kadang kita perlu bertingkah konyol”…

konyol bukanlah suatu sikap yang negatif menurut saya, selama berada pada tempat yang pas dan dapat dipertanggungjawabkan.  mungkin seperti anda menilai foto di atas, menurut anda itu konyol.  Kami menganggap itu suatu kebersamaan yang tak terlupakan, toleransi bagi sang photographer karena rela tidak ikut berfoto (hahaha, sorry mas Bayu).

pernah membaca suatu cerita, seorang pria muda rela melakukan hal konyol dan mempermalukan dirinya di depan umum, untuk memikat hati gadis pujaannya… (what a man!… damn! why couldn’t i do that!). Persistensi atau keteguhan hati untuk meraih apa yang dia impikan.. masih punyakah anda? ( dan saya??).

Saya adalah orang yang kadang childish dan masih suka bertingkah konyol.. (you don’t like it, so deal with it!).

Jangan ambil pusing dibilang childish selama anda memposisikan sikap tersebut secara benar. An adult is a child who has grown up; ada jiwa anak-anak dalam diri orang dewasa. Jangan malu bertingkah konyol,  selama pada tempatnya. Semakin anda konyol, semakin banyak orang terdekat yang anda buat tersenyum.

mari bertingkah konyol.

˜ry˜

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.